Assalamu'alaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh
“If you lost Allah, you lost everything in your life.”
semua dari kita sebagai manusia pasti pernah mengalami yang namanya 'kehilangan' bukan? ntah kehilangan barang, ataupun sesuatu yang kita sukai atau memang kita cintai. naaaah, aku mau berbagi sedikit cerita dan motivasi untuk teman-teman semua yang juga pernah merasakan sakitnya kehilangan, hu..hu
mungkin rasanya memang sakit ya kehilangan itu. tapi.... pernah ga sih kalian mengerti apa makna dibalik semua? nah, pasti teman-teman pernah denger kan, "Allah tidak akan mengambil sesuatu yang kamu senangi melainkan akan mengganti dengan yang lebih baik." pertanyaan aku, sudahkah kita yakin? sudahkah kita berpasrah hanya pada-Nya?
aku ingin berbagi kisah, cerita hidup yang pernah aku rasakan. yaap, kehilangan..
kehilangan sahabat? uang? barang? atau pacar? hahahaha..
nggak. tapi kehilangan Dia.
bismillahirrahmanirrahim..
"Ya Allah, apa yang aku rasakan saat ini adalah hal yang belum pernah aku pahami sebelumnya. begitu sakit rasanya, begitu kosong dan hambar hidup ini. Ya Allah, sebenarnya apa yang aku rasakan? aku kehilangan cintanya, apa ini penyebabnya?"
yeeepp, dan saat itu aku sangaat menarik diri, lebih suka sendirian dan ya.. aku tidak suka diganggu saat itu. aku hanya butuh suatu jawaban dari keresahan hatiku itu. dalam jangka waktu dua bulan, begitulah sikapku saat itu, he..he
saat itu aku ingin pergi, pergi jaaauuhhh sekali, sendirian. aku menangis, aku terus mencari jawaban, hatiku resah, lelah sekali rasanya. "Ya Allah, aku hanya ingin jawaban, itu saja."
sampai suatu ketika, aku bertemu dengan seorang wanita, aku sempat bersua dengannya, bertukar cerita, tapi, mataku tak bisa dibohongi bahwa hatiku sedang menyimpan sesuatu yang memang tidak pernah aku ceritakan kepada siapapun,
"Allah, itu jawaban yang selama ini kamu cari, Syill." katanya
"selama ini kamu sudah jauh dari-Nya, dunia membuatmu kembali lalai. Dia Rindu padamu, kembalilah, hanya itu jawaban untukmu satu-satunya."
lalu aku diam, merenungi kalimatnya, meresapi masuk ke dalam pikiranku.
*Deg.
hatiku berdetak, ingin sekali rasanya menangis, ingin sekali rasanya berteriak kencang. "Ya Allah, selama ini aku bodoh, hatiku terlalu sedih meratapi sesuatu yang bersifat duniawi, aku terlalu mengkhawatirkan duniaku dan lalai dengan tugasku sebagai seorang insan." aku terus diam, sampai akhirnya suara itu menyadarkanku kembali.
"Dia ga pernah meninggalkan, tapi kamu yang menjauhi. kembali, Dia masih memberikan kamu kesempatan, kamu belum terlambat."
yaap, sejak saat itu aku baru sadar bahwa aku kehilangan Allah. bukan Dia yang meninggalkan, tapi aku yang menjauhi. jauh lebih sakit rasanya daripada kehilangan sesuatu yang bersifat duniawi.
do'akan aku, agar kode dari Allah kemarin bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untukku kedepannya, juga perbaikan untukku di masa sekarang, dan juga masa mendatang. aamiin
untuk aku, kamu, kita semua, percayalah bahwa Allah selalu dekat dengan kita. Dia maha pencemburu, hatiku saat itu lebih dikuasai oleh hal duniawi. dan jawaban terbaik dari setiap pertanyaan adalah mencarinya lewat do'a. trust it!
Jakarta, 2019.
dari seorang yang mengaku cinta, tetapi belum mampu membuktikan.
Ya Allah, begitu banyak dosa dan maksiat yang aku lakukan
hingga aku melupakan-Mu
hingga aku lalai dengan semua perintah-Mu
maka, ampunilah dosa-dosaku
maafkanlah atas segala kelalaianku
kini, telah kutemukan hidayah itu
aku ingin kembali dengan keistiqomahan hatiku
maka ringankanlah langkah ini untuk mendekat kepada-Mu
Ya Allah, jangan kau ambil nikmat iman itu lagi padaku
setelah engkau beri petunjuk, tetapkanlah hatiku dan tuntunlah aku agar selalu berada di jalanmu. Aamin.
(@nasyillaaputri_ )
sebuah pengharapan yang besar, dari aku.
semoga bermanfaat dan menjadi pengalaman yang berharga di masa mendatang. jangan meninggalkan, sakit.
he..he
kritik dan saran kutunggu yaaaapp!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
“If you lost Allah, you lost everything in your life.”
semua dari kita sebagai manusia pasti pernah mengalami yang namanya 'kehilangan' bukan? ntah kehilangan barang, ataupun sesuatu yang kita sukai atau memang kita cintai. naaaah, aku mau berbagi sedikit cerita dan motivasi untuk teman-teman semua yang juga pernah merasakan sakitnya kehilangan, hu..hu
mungkin rasanya memang sakit ya kehilangan itu. tapi.... pernah ga sih kalian mengerti apa makna dibalik semua? nah, pasti teman-teman pernah denger kan, "Allah tidak akan mengambil sesuatu yang kamu senangi melainkan akan mengganti dengan yang lebih baik." pertanyaan aku, sudahkah kita yakin? sudahkah kita berpasrah hanya pada-Nya?
aku ingin berbagi kisah, cerita hidup yang pernah aku rasakan. yaap, kehilangan..
kehilangan sahabat? uang? barang? atau pacar? hahahaha..
nggak. tapi kehilangan Dia.
bismillahirrahmanirrahim..
"Ya Allah, apa yang aku rasakan saat ini adalah hal yang belum pernah aku pahami sebelumnya. begitu sakit rasanya, begitu kosong dan hambar hidup ini. Ya Allah, sebenarnya apa yang aku rasakan? aku kehilangan cintanya, apa ini penyebabnya?"
yeeepp, dan saat itu aku sangaat menarik diri, lebih suka sendirian dan ya.. aku tidak suka diganggu saat itu. aku hanya butuh suatu jawaban dari keresahan hatiku itu. dalam jangka waktu dua bulan, begitulah sikapku saat itu, he..he
saat itu aku ingin pergi, pergi jaaauuhhh sekali, sendirian. aku menangis, aku terus mencari jawaban, hatiku resah, lelah sekali rasanya. "Ya Allah, aku hanya ingin jawaban, itu saja."
sampai suatu ketika, aku bertemu dengan seorang wanita, aku sempat bersua dengannya, bertukar cerita, tapi, mataku tak bisa dibohongi bahwa hatiku sedang menyimpan sesuatu yang memang tidak pernah aku ceritakan kepada siapapun,
"Allah, itu jawaban yang selama ini kamu cari, Syill." katanya
"selama ini kamu sudah jauh dari-Nya, dunia membuatmu kembali lalai. Dia Rindu padamu, kembalilah, hanya itu jawaban untukmu satu-satunya."
lalu aku diam, merenungi kalimatnya, meresapi masuk ke dalam pikiranku.
*Deg.
hatiku berdetak, ingin sekali rasanya menangis, ingin sekali rasanya berteriak kencang. "Ya Allah, selama ini aku bodoh, hatiku terlalu sedih meratapi sesuatu yang bersifat duniawi, aku terlalu mengkhawatirkan duniaku dan lalai dengan tugasku sebagai seorang insan." aku terus diam, sampai akhirnya suara itu menyadarkanku kembali.
"Dia ga pernah meninggalkan, tapi kamu yang menjauhi. kembali, Dia masih memberikan kamu kesempatan, kamu belum terlambat."
yaap, sejak saat itu aku baru sadar bahwa aku kehilangan Allah. bukan Dia yang meninggalkan, tapi aku yang menjauhi. jauh lebih sakit rasanya daripada kehilangan sesuatu yang bersifat duniawi.
do'akan aku, agar kode dari Allah kemarin bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga untukku kedepannya, juga perbaikan untukku di masa sekarang, dan juga masa mendatang. aamiin
untuk aku, kamu, kita semua, percayalah bahwa Allah selalu dekat dengan kita. Dia maha pencemburu, hatiku saat itu lebih dikuasai oleh hal duniawi. dan jawaban terbaik dari setiap pertanyaan adalah mencarinya lewat do'a. trust it!
Jakarta, 2019.
dari seorang yang mengaku cinta, tetapi belum mampu membuktikan.
Ya Allah, begitu banyak dosa dan maksiat yang aku lakukan
hingga aku melupakan-Mu
hingga aku lalai dengan semua perintah-Mu
maka, ampunilah dosa-dosaku
maafkanlah atas segala kelalaianku
kini, telah kutemukan hidayah itu
aku ingin kembali dengan keistiqomahan hatiku
maka ringankanlah langkah ini untuk mendekat kepada-Mu
Ya Allah, jangan kau ambil nikmat iman itu lagi padaku
setelah engkau beri petunjuk, tetapkanlah hatiku dan tuntunlah aku agar selalu berada di jalanmu. Aamin.
(@nasyillaaputri_ )
sebuah pengharapan yang besar, dari aku.
semoga bermanfaat dan menjadi pengalaman yang berharga di masa mendatang. jangan meninggalkan, sakit.
he..he
kritik dan saran kutunggu yaaaapp!
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sangat bermanfaat bagus untuk dibaca
BalasHapusahahahah aamiin2 makasih banyaak!!☺️🙏
HapusSeru juga...isinya..bgs bgt..
BalasHapusmantap lanjutkan👍👍
BalasHapusBagus banget kata katanya, sukses terus kak nasyil
BalasHapusberlatih menuangkan perasaan dalam bentuk tulisan, cukup bagus, teruslah berlatih jangan kalah oleh letih
BalasHapus