Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
"seharusnya, cinta dalam diam akan membawamu pada ketenangan hati karena engkau lebih dekat dengan-Nya daripada makhluk-Nya.
seharusnya, cinta dalam diam akan membawamu pada kedamaian perasaan, dimana segala rasa kamu serahkan sepenuhnya hanya kepada-Nya.
dan jika cinta dalam diam justru membuatmu sakit, itu karena angan dalam dirimu terlalu tinggi untuk bersama dirinya.
sebab, cinta adalah sebuah rasa yang fitrah, ada dalam hati manusia yang tumbuh dan berkembang atas karunia dari-Nya."
bismillahirrahmanirrahim..
pernah dengar ungkapan, 'ketika kita jatuh cinta, disitulah Allah menguji kita. lebih besar mana cinta kita, kepada-Nya atau kepada makhluk-Nya?'
makna cinta sering disalah artikan dalam kehidupan manusia saat ini. mereka mengira bahwa cinta yang sesungguhnya adalah ketika dua makhluk saling memiliki rasa dan akhirnya berstatus, dan itu bukan karena Allah, tapi karena nafsu semata. nauzubillahimindzalik..
di sisi lain, banyak juga para remaja yang memang memiliki cinta di hatinya untuk seseorang, tapi mereka lebih senang untuk bungkam.
mereka lebih memilih tidak mengungkapkan, merasa jatuh cinta dengan seseorang saja sudah bahagia, dan mereka percaya dengan satu kekuatan, "Do'a."
dari hal diatas bisa terbukti apakah kita lebih mencintai-Nya atau makhluk-Nya. sudahkah kita mencintai dengan baik dan bijak?
ada suatu ungkapan juga bahwa, "diam itu emas" dan "Do'a adalah pengakuan kelemahan hamba-Nya dihadapan Rabb-Nya." soooo buat teman-teman yang lebih memilih mencintai seseorang dalam diam dan disimpan dalam do'a, SELAMAT! kalian hebat daaannnn... kita sama. he..he..he
ada suatu kalimat dari Sheikh Yasir Qadhi,"Falling in love isn't haram, is what you do with that love that makes it haram or halal."
nah, keren banget kan. Allah gapernah kok haramin cinta, malah Allah yang menyelipkan rasa cinta di hati manusia, tergantung kitanya aja sebagai manusia, bisa dengan baik menerima itu atau justru malah membuat Allah cemburu. kalian aja ga suka kan diduain, apalagi Allah, he..he
aku sangat apresiasi kepada teman-teman semua yang memang saat ini lebih memilih untuk mencintai dalam diam, memendam cintanya terlebih dahulu dan hanya menceritakan seseorang itu lewat do'a.
karena, jika kalian memang mencintai, kalian hanya memeluknya lewat do'a, melindungi lewat menjaga hawa nafsu, membiarkan dia tetap suci karena cukup Allah yang mengerti betapa besar usaha dan perjuanganmu untuknya, cukup jarak yang mengerti betapa besar usaha dan perjuanganmu untuknya, karena hati berbolak-balik sedang do'a tercatat di langit selamanya." -kutipan novel sebening syahadat.
itu hebatnya do'a! dan banyak dari kita yang memang tidak yakin dengan kekuatan do'a tersebut. padahal, dibandingkan kode yang memang bisa membuat dia mengerti, do'a lah yang lebih baik, karena kamu juga melibatkan Allah dalam perasaanmu, supaya senantiasa Allah jaga hatimu dari besarnya hawa nafsu itu.
islam itu sangaaat indah, al-Qur'an telah mengatur semua dengan sangat detail, Allah juga menunjukkan kuasa-Nya. dengan kalimat-Nya, "Kun Fayakun!" maka semua yang terlihat tidak mungkin jadi mungkin, yang terlihat mustahil jadi nyata. lalu, apa lagi yang harus kita khawatirkan?
manusia itu lucu, permisalan saat kita naik pesawat, kita tidak khawatir jatuh padahal kita tidak mengenal sang pilot, kita percaya bahwa kita akan sampai pada tujuan masing-masing. lalu, kenapa untuk masa depan dan kehidupan kita sangat mengkhawatirkannya? padahal kita tau, ada Allah Sang pengatur, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. sejauh apapun jodoh, Allah pasti telah menuliskan yang terbaik untuk kita.
teman-teman, sejatinya Cinta itu apa sih?
lalu, perbedaan antara cinta dan hawa nafsu apa?
oke, pernah ada seseorang yang menasehati aku,
"min aynal mahabbah?" maka jawabnya "minal bashri 'ilal qalbi"
"fii aynal mahabbah?" maka jawabnya "fii qalbi"
"ilaa aynal mahabbah?" maka jawabnya "ilaallaah wa rasuluuh"
kalau semua itu terjawab dengan baik maka itu cinta, kalau bukan itu adalah hawa nafsu.
syaitan kadang membalik, yeng benar jadi salah, yang salah seakan jadi benar. kita sebagai hamba-Nya, harus bisa membedakan antara kebathilan dan haq, disitulah kita harus menjadi insan yang cerdas dan mempunyai pikiran yang kritis.
April, 2019.
kepada hati yang jatuh cinta, bolehkah aku meminta?
aku ingin mencintai Rabb ku terlebih dahulu,
aku ingin menyimpan rasaku untuknya sampai waktu terbaik tiba,
semesta, izinkanlah.
"Jika"
jika alasan jatuh cintamu karena rupa,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang menciptakan dirinya
jika alasan jatuh cintamu karena senyumannya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang melukis senyum di wajahnya
jika alasan jatuh cintamu karena tatapan matanya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang menciptakan binar indah itu
jika alasan jatuh cintamu karena kebaikan hatinya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang melembutkan hatinya
jika alasan jatuh cintamu karena ketaatan dirinya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang memberinya arah kebaikan
dan jika...
alasan jatuh cintamu karena dia telah menunjukkan jalan kebaikan untukmu,
jatuh cintalah lebih dulu kepada Sang pemilik hidayah itu.
karena, sejatinya cinta adalah fitrah dalam diri setiap manusia dan jatuh cinta adalah anugerah bagi siapa saja yang merasakannya, maka pergunakanlah kata "Cinta" itu sebaik mungkin, dengan tetap melibatkan-Nya.
salam jomblo fisabilillah! ha..ha..ha
semoga bermanfaat,ambil yang baik buang yang buruk. itulah hakikat insan yang cerdas.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
"seharusnya, cinta dalam diam akan membawamu pada ketenangan hati karena engkau lebih dekat dengan-Nya daripada makhluk-Nya.
seharusnya, cinta dalam diam akan membawamu pada kedamaian perasaan, dimana segala rasa kamu serahkan sepenuhnya hanya kepada-Nya.
dan jika cinta dalam diam justru membuatmu sakit, itu karena angan dalam dirimu terlalu tinggi untuk bersama dirinya.
sebab, cinta adalah sebuah rasa yang fitrah, ada dalam hati manusia yang tumbuh dan berkembang atas karunia dari-Nya."
bismillahirrahmanirrahim..
pernah dengar ungkapan, 'ketika kita jatuh cinta, disitulah Allah menguji kita. lebih besar mana cinta kita, kepada-Nya atau kepada makhluk-Nya?'
makna cinta sering disalah artikan dalam kehidupan manusia saat ini. mereka mengira bahwa cinta yang sesungguhnya adalah ketika dua makhluk saling memiliki rasa dan akhirnya berstatus, dan itu bukan karena Allah, tapi karena nafsu semata. nauzubillahimindzalik..
di sisi lain, banyak juga para remaja yang memang memiliki cinta di hatinya untuk seseorang, tapi mereka lebih senang untuk bungkam.
mereka lebih memilih tidak mengungkapkan, merasa jatuh cinta dengan seseorang saja sudah bahagia, dan mereka percaya dengan satu kekuatan, "Do'a."
dari hal diatas bisa terbukti apakah kita lebih mencintai-Nya atau makhluk-Nya. sudahkah kita mencintai dengan baik dan bijak?
ada suatu ungkapan juga bahwa, "diam itu emas" dan "Do'a adalah pengakuan kelemahan hamba-Nya dihadapan Rabb-Nya." soooo buat teman-teman yang lebih memilih mencintai seseorang dalam diam dan disimpan dalam do'a, SELAMAT! kalian hebat daaannnn... kita sama. he..he..he
ada suatu kalimat dari Sheikh Yasir Qadhi,"Falling in love isn't haram, is what you do with that love that makes it haram or halal."
nah, keren banget kan. Allah gapernah kok haramin cinta, malah Allah yang menyelipkan rasa cinta di hati manusia, tergantung kitanya aja sebagai manusia, bisa dengan baik menerima itu atau justru malah membuat Allah cemburu. kalian aja ga suka kan diduain, apalagi Allah, he..he
aku sangat apresiasi kepada teman-teman semua yang memang saat ini lebih memilih untuk mencintai dalam diam, memendam cintanya terlebih dahulu dan hanya menceritakan seseorang itu lewat do'a.
karena, jika kalian memang mencintai, kalian hanya memeluknya lewat do'a, melindungi lewat menjaga hawa nafsu, membiarkan dia tetap suci karena cukup Allah yang mengerti betapa besar usaha dan perjuanganmu untuknya, cukup jarak yang mengerti betapa besar usaha dan perjuanganmu untuknya, karena hati berbolak-balik sedang do'a tercatat di langit selamanya." -kutipan novel sebening syahadat.
itu hebatnya do'a! dan banyak dari kita yang memang tidak yakin dengan kekuatan do'a tersebut. padahal, dibandingkan kode yang memang bisa membuat dia mengerti, do'a lah yang lebih baik, karena kamu juga melibatkan Allah dalam perasaanmu, supaya senantiasa Allah jaga hatimu dari besarnya hawa nafsu itu.
islam itu sangaaat indah, al-Qur'an telah mengatur semua dengan sangat detail, Allah juga menunjukkan kuasa-Nya. dengan kalimat-Nya, "Kun Fayakun!" maka semua yang terlihat tidak mungkin jadi mungkin, yang terlihat mustahil jadi nyata. lalu, apa lagi yang harus kita khawatirkan?
manusia itu lucu, permisalan saat kita naik pesawat, kita tidak khawatir jatuh padahal kita tidak mengenal sang pilot, kita percaya bahwa kita akan sampai pada tujuan masing-masing. lalu, kenapa untuk masa depan dan kehidupan kita sangat mengkhawatirkannya? padahal kita tau, ada Allah Sang pengatur, yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. sejauh apapun jodoh, Allah pasti telah menuliskan yang terbaik untuk kita.
teman-teman, sejatinya Cinta itu apa sih?
lalu, perbedaan antara cinta dan hawa nafsu apa?
oke, pernah ada seseorang yang menasehati aku,
"min aynal mahabbah?" maka jawabnya "minal bashri 'ilal qalbi"
"fii aynal mahabbah?" maka jawabnya "fii qalbi"
"ilaa aynal mahabbah?" maka jawabnya "ilaallaah wa rasuluuh"
kalau semua itu terjawab dengan baik maka itu cinta, kalau bukan itu adalah hawa nafsu.
syaitan kadang membalik, yeng benar jadi salah, yang salah seakan jadi benar. kita sebagai hamba-Nya, harus bisa membedakan antara kebathilan dan haq, disitulah kita harus menjadi insan yang cerdas dan mempunyai pikiran yang kritis.
April, 2019.
kepada hati yang jatuh cinta, bolehkah aku meminta?
aku ingin mencintai Rabb ku terlebih dahulu,
aku ingin menyimpan rasaku untuknya sampai waktu terbaik tiba,
semesta, izinkanlah.
"Jika"
jika alasan jatuh cintamu karena rupa,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang menciptakan dirinya
jika alasan jatuh cintamu karena senyumannya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang melukis senyum di wajahnya
jika alasan jatuh cintamu karena tatapan matanya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang menciptakan binar indah itu
jika alasan jatuh cintamu karena kebaikan hatinya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang melembutkan hatinya
jika alasan jatuh cintamu karena ketaatan dirinya,
jatuh cintalah lebih dulu kepada yang memberinya arah kebaikan
dan jika...
alasan jatuh cintamu karena dia telah menunjukkan jalan kebaikan untukmu,
jatuh cintalah lebih dulu kepada Sang pemilik hidayah itu.
karena, sejatinya cinta adalah fitrah dalam diri setiap manusia dan jatuh cinta adalah anugerah bagi siapa saja yang merasakannya, maka pergunakanlah kata "Cinta" itu sebaik mungkin, dengan tetap melibatkan-Nya.
salam jomblo fisabilillah! ha..ha..ha
semoga bermanfaat,ambil yang baik buang yang buruk. itulah hakikat insan yang cerdas.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..
Sangat menyentuh hati ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
BalasHapusBarakallah, dik!^^
BalasHapusBoleh banget kirim ke Pena Hana UKDM:)